Mari melihat ulang segala hal, mari berfikir ulang, mari lakukan ulang. Karena segalanya akan sangat berbeda ketika kita mengulangnya.

Terbongkar. Inilah alasan kenapa manusia takut mati?



Terbongkar. Inilah alasan kenapa manusia takut mati?

Ada yang mengatkan bahwa kematian adalah akhir. Tapi ada juga yang mengatakan bahwa kematian adalah awal dari sesuatu yang baru. Sesuatu apa? Hanya mereka yang sudah mati yang tahu. Dan tidak ada orang mati yang memberitahu ‘sesuatu itu’ kepada kita yang masih hidup. Apakah itu hal yang baik atau itu hal yang buruk, kita tidak tahu. Lalu apakah ketidak tahuan itu yang menyebabkan kita takut mati?

Sudah berapa kali kita melihat kematian? Kematian hewan peliharaan, kematian robot mainan kita yang habis baterai, atau bahkan kematian orang- orang terdekat. Pasti sudah sangat sering. Namun, walaupun seperti itu, tetap tidak ada yang tahu kemana mereka semua pergi setelah urusan mereka di dunia selesai. Tidak ada yang tahu.
Agama adalah salah satu bagian kehidupan manusia yang mampu menerka apa yang terjadi ‘selanjutnya’. Bahkan, meskipun itu jatuhnya sebuah doktrin tetap saja akan dipercaya oleh para pengikutnya. Pemuka agama adalah pokok utama yang mampu memberikan pencerahan kepada orang yang masih hidup tentang apa yang akan terjadi setelah kematian.


3 Kutipan Valentino Rossi yang akan merubah hidupmu

Menghadapi lawan terberat adalah salah satu alasan setiap orang untuk keluar dari zona nyaman dan memasuki zona bahaya yang penuh dengan kerja keras, resiko, serta kemungkinan utuk putus asa. Tapi dibalik itu semua, zona bahaya selalu dapat mencetak sosok yang tangguh dan tidak terkalahkan. Itulah kenapa Valentino Rossi mengatakan bahwa lawan terberat selalu memberikan motivasi terbesar. Dan itulah kenapa, pada kalimat selanjutnya, dia mengatakan... Baca selengkapnya


Sekali lagi, tidak pernah ada dalam sejarah hidup manusia manapun ada saat dimana orang yang sudah mati kembali hidup untuk menceritakan pengalamannya pasca kematian. Tidak ada. Bahkan Yesus yang diyakini dapat menghidupkan orang mati. Tidak ada kisah orang mati yang curhat di dalam kitab suci manapun. Karena itu memang tidak pernah terjadi. Hanya saja, manusia adalah sosok yang selalu ingin tahu dan selalu ingin terlibat dalam banyak hal. Dan terkadang itu sangat merepotkan.
Ingin tahu adalah salah satu sifat manusia yang sangat manusiawi. Dari sanalah kemudian kita akan tahu bahwa sebenarnya manusia itu selalu berkembang dan tidak pernah terlepas dari teori evolusi. Masalahnya, banyak dari kita yang selalu mencari tahu hal- hal yang tidak bisa kita mengerti. Hal- hal yang sulit untuk dijelaskan. Itulah kenapa kemudian banyak muncul orang- orang yang sok tahu yang mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya tidak diketahuinya dengan bermodal imajinasi.
Semua dari kita memiliki imajinasi. Dia tidak pernah mati walaupun manusia sudah mencapai usia senja. Hanya saja kebanyakan orang dewasa menilai imajinasi sebagai sifat kekanak- kanakan dan mengurangi tingkat imajinasi yang dimilikinya. Banyak yang beranggapan bahwa imajinasi adalah hal yang tidak penting dan justeru membuang waktu jika terus berimajinasi. Masalahnya, saat sebagian orang dewasa berfikir seperti itu, JK Rowling adalah orang dewasa yang sukses dengan karya tulis imajinatifnya. Dan apakah mungkin, orang yang memiliki tingkat imajinatif yang tinggi justeru lebih unggul dibandingkan dengan orang dengan tingkat imajinatif yang rendah?
Orang yang memiliki tingkat imajinasi tinggi nyatanya merupakan orang yang lebih unggul dibanding dengan orang yang sedikit memilikinya. Seperti misalnya dalam industry perfilman. Orang dengan imajinasi tinggi mampu membuat film- film yang berkualitas dan mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit. Berbeda dengan orang yang tingkat imajinasinya rendah karena mereka selalu mengaitkan itu semua dengan logika. Sayangnya, ketika berbicara tentang doktrin, orang yang mengaitkan segalanya dengan logika serentak berubah menjadi orang yang tingkat imajinasinya tinggi.
Kembali lagi kepada masalah kenapa kita semua takut mati. Kenapa kita takut mati? Bukankah itu sebuah kepastian? Salah satu alasannya adalah karena kita belum siap. Bahkan jika mencapai usia 100 tahun pun, tidak ada orang yang siap mati. Yang ada malah orang lain yang mendoakan kita cepat mati. Seperti misalnya orang tua yang sudah pikun atau orang yang sakitnya tidak kunjung sembuh. Daripada mereka semakin tersiksa dengan keadaannya, orang disekitarnya malah memilih untuk mendoakan mereka agar cepat meninggal agar terlepas dari penderitaan. Bahkan jika kita termasuk orang jahat, musuh negara, siap- siap saja mendapatkan suntikan kematian.
Alasan kenapa tidak siapnya kita menghadapi kematian terdiri dari dua alasan. Kita tidak tahu apa- apa setelah mati dan doktrin. Alasan pertama, kita tidak tahu apa- apa setelah kematian sama seperti kita berjalan di dalam ruangan yang gelap gulita. Kita takut walaupun logika sebenarnya berkata tidak ada yang harus ditakutkan. Tapi tetap saja rasa takut itu ada. Entah takut menabrak sesuatu, takut menginjak sesuatu, atau bahkan takut menemui sesuatu. Sedangkan alasan kedua, doktrin, termasuk salah satu alasan yang paling kuat efeknya. Karena mereka disampaikan oleh orang yang diyakini sebagai orang yang benar.

 
Beberapa doktrin tentang kehidupan pasca kematian adalah adanya surga dan neraka. Surga adalah kehidupan yang penuh dengan kenikmatan. Bahkan sebagian besar kenikmatan itu adalah kenikmatan yang belum pernah didapatkan didunia. Mandi susu, bermalas- malasan dibawah pohon rindang, awet muda, makan makanan 4 sehat 5 sempurna, sampai ditemani bidadari cantik yang selalu perawan. Untuk yang terakhir, mungkin surga cuma dikhususkan untuk pria. Beruntunglah kita yang pria. Dan disana selalu ada ‘petugas khusus’ yang selalu memastikan keperawanan para bidadari untuk kita. ‘Ok, kamu perawan. Kamu boleh masuk. Kalau kamu tidak. Jadi kamu tidak boleh masuk!’ Gambaran imajinatif surga selalu membuat banyak orang lupa diri.
Berbeda dengan gambaran neraka. Banyak orang hidup yang memilih untuk tetap hidup, melawan takdir, karena takut menghadapi kenyataan kalau- kalau pasca kematian mereka masuk neraka. Mereka takut dicincang hidup- hidup, digoreng layaknya kentang goreng MCD, ditusuk dengan besi panas mulai dari anus tembus ke mulut, dan banyak lagi siksaan- siksaan lainnya. Mereka tidak bisa mati. Mereka hidup untuk disiksa, mati 1 menit, hidup lagi, disiksa lagi, begitu seterusnya. Tidak ada akhir dan tidak bisa melarikan diri. Ditawan di gua yang panas karena disana sini banyak api yang menyulut menjilat- jilat, kaki terbakar karena menginjak arang panas, banyak teriakan kesakitan, dan ada algojo bertampang murka membawa senjata tajam yang mengawasi mereka. Tidak tidur, tidak lelah, tidak berhenti memperhatikan mereka satu persatu. Begitu mengerikannya neraka. Tidak ada orang hidup yang mau mati lalu masuk neraka meskipun di dunia dia selalu berbuat onar dan kejahatan. Tapi sayangnya, baik surga ataupun neraka seperti diatas hanyalah gambaran imajinatif. Sekali lagi, mereka tidak nyata. Mereka hanyalah gambaran dari orang- orang ‘sok tahu’ yang seakan- akan mereka sudah pernah kesana lalu hidup lagi untuk menceritakannya kepada kita yang hidup.
Doktrin surga neraka sudah hidup selama manusia ada didunia. Bahkan mereka ikut berkembang mengikuti perkembangan manusia. Mereka juga berevolusi. Itulah kenapa cerita surga dan neraka tidak pernah putus di satu titik kehidupan manusia. Mereka selalu hidup karena selalu diceritakan dan selalu ada orang yang mempercayainya. Keingin tahuan manusia yang selalu ingin tahu adalah kunci dari semakin berkembangnya cerita ini. Bahkan mereka yang selalu menggunakan logika berfikir didalam kehidupannya akan langsung mempercayai cerita ini jika diceritakan oleh orang yang mereka percayai. Tidak ada yang berani menentang karena mereka meyakini bahwa menentangnya sama saja dengan melapangkan dada untuk menerima kualat.
Manusia bukanlah sosok Highlander yang bisa hidup berabad- abad. Bukan pula mutan seperti film X Man. Manusia adalah bagian dari alam semesta yang tidak bisa melepaskan diri dari hukum- hukum alam semesta. Hukum universal. Bahwa segalanya memiliki ‘awal mula’ dan memiliki ‘akhir.’ 


3 Kelebihan orang malas yang tidak pernah diketahui

Sama seperti orang lain, mereka akan memikirkan apa yang mereka bawa, berapa waktu yang diperlukan untuk siap- siap, berangkat, dan lamanya mereka bepergian. Hanya saja yang membedakan mereka dengan orang lain, mereka melakukan persiapan itu sejak jauh- jauh hari sebelum waktu keberangkatan. Sehingga ketika waktu keberangkatan sudah dekat mereka hanya tinggal... Baca selengkapnya



Ketakutan akan kehidupan pasca kematian hanyalah ketakutan yang berdasar ketidak tahuan. Kita sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi setelah kita mati. Para nabi, rasul, bahkan Tu(h)an sendiri tidak pernah membahasnya. Kita tidak bisa mendapatkan ‘bocorannya’ dari kitab suci manapun. Itu berarti, tidak ada seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi. Dan sekali lagi, tidak pernah ada dalam sejarah manusia manapun yang menceritakan ada orang mati yang kembali hidup untuk menceritakan pengalamannya hidup di alam kematian.
Lalu bagaimana dengan gambaran- gambaran neraka? Kaki di gergaji, kepala di kapak, tangan ditarik hingga putus? Mungkin kita pernah melihat gambaran- gambaran seperti itu didalam kehidupan nyata. Entah dimana atau entah kapan. Kita hanya merasa pernah melihat gambaran itu dengan background seperti api yang menyala- nyala dibelakangnya. Itu apa?
Saya pernah membaca buku yang cukup jelas membahas hal ini. Mungkin ada diantara kalian yang pernah membaca buku Cacing dan Kotoran Kesayangannya yang ditulis oleh Ajahn Brahm? Ajahn menerangkan bahwa sebenarnya itu bukanlah gambaran dari aktifitas yang dilakukan oleh orang mati pasca kematiannya di neraka. Guna gambaran itu adalah untuk menggambarkan rasa sakit seseorang kepada mantri atau dokter. Karena kita semua tahu bahwa rasa sakit tidak memiliki alat ukur.
‘Dok, kepala saya sakit!!!’
‘Sakit kayak gimana? Pusing? Sakit kayak nabrak tembok? Atau…’
‘Sakit kayak di kapak, dok!! Awww… sakit banget. Kenapa ya??’
Mungkin itu salah satu jawaban yang paling mendekati arti dari gambaran- gambaran itu. Sebagai alat bantu menjelaskan rasa sakit pasien kepada dokter yang merawatnya. Dan dengan membayangkan rasa sakit itu dokter dapat melakukan diagnosa secara tepat untuk melakukan pengobatan. Begitu juga dengan gambaran tangan ditarik hingga putus, kaki di gergaji, ataupun lainnya. Itu bukan gambaran aktifitas di neraka. Bagaimana dia bisa masuk ke neraka lalu kembali kedunia hanya untuk membuat mural?
Manusia adalah makhluk hidup yang paling cerdas. Sempurna, begitu menurut Tu(h)an. Manusia selalu ingin tahu apa yang tidak diketahuinya. Namun terkadang, mereka tidak siap untuk tahu dan menolak untuk menerima kenyataan bahwa apa yang mereka tahu adalah kebenaran yang sebenar- benarnya. Dan terkadang, untuk memuaskan dahaga keingin tahuannya yang tidak terpuaskan, manusia kemudian membuat gambaran-gambaran menurut gambarannya sendiri dan memaksakan orang lain ikut menelan gambarannya itu. Sangat jahat.
Tapi itulah kita. Itulah manusia. Walaupun tidak semua manusia seperti itu, tapi mereka terkadang yang lebih kuat dibandingkan manusia lainnya. Mereka memaksakan kehendak bahkan menghujat orang lain yang tidak mau menerima gambaran mereka. Namun lucunya, walaupun mereka sudah mendapatkan gambaran kehidupan setelah kematian, tetap saja mereka tidak siap untuk mati. Kita tidak pernah siap mati. Atau, kamu sudah siap?

Rennata62

Ilustrasi gambar:  Pixabay.com

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Saran/ Kritik Kirimkan Ke

rennataheri9@gmail.com

Copyright © Rennata62 | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com