Mari melihat ulang segala hal, mari berfikir ulang, mari lakukan ulang. Karena segalanya akan sangat berbeda ketika kita mengulangnya.

Saat kuantitas harus diutamakan dari kualitas



Saat kuantitas harus diutamakan dari kualitas.

Banyak sekali pendapat, jika kita menanyakan, mana yang harus diutamakan antara kualitas dan kuantitas. Ada yang mengatakan kualitas adalah hal yang utama tapi ada juga yang mengatakan kuantitas juga tidak kalah pokok untuk diutamakan dibandingkan kualitas. Dimanakah perbedaannya? Apakah jika kita mengutamakan salah satu di antara keduanya itu berarti kita telah melakukan kesalahan?

Ada beberapa pengertian dari kualitas yang bisa kita temukan. Tapi jika mencari kata yang sederhana maka kita akan menemukan bahwa kualitas adalah mutu. Seberapa bagus, seberapa kuat, seberapa cepat, atau seberapa istimewa ‘sesuatu’ akan sangat menentukan nilai jualnya dipasaran. Seperti misalnya mutu dari jenis Smartphone merk Samsung yang sudah sangat terkenal. Kualitas atau mutu adalah tentang kepercayaan.
Sedangkan kuantitas adalah banyaknya produk atau seringnya sesuatu kita lakukan. Seperti misalnya seberapa banyak tulisan yang kita buat untuk mengisi sebuah blog sederhana milik sendiri. Dalam hal ini kualitas tidaklah menjadi tujuan utama. Namun dari kuantitas inilah kemudian kita bisa melihat perkembangan dari kualitas yang kita miliki. Semakin banyak atau semakin sering kita mengerjakan sesuatu akan semakin baik pula kemampuan kita dalam menciptakan sesuatu atau melakukan sesuatu. 


Jangan menyesali masa lalumu. Ini alasannya!!

Hidup seperti titik- titik. Satu titik tidak akan lebih berguna dari pada banyak titik yang berderet. Karena sebenarnya garis yang biasa kita buat terdiri dari titik- titik yang sangat banyak. Hanya saja titik itu saling rapat dengan titik yang lainnya. Atau sama seperti huruf dalam satu paragraf. Kita tidak akan tahu maksud dari satu huruf itu terkecuali ada banyak huruf- huruf yang dirangkai menjadi kata, frase, dan paragraf, hingga akhirnya kita mengerti maksud dari tulisan itu.... Baca selengkapnya
 



Bagi saya, terutama saat ini, kuantitas adalah hal utama yang harus dikejar. Saya harus memaksa diri sendiri untuk terus menulis walaupun kadang menulis itu terasa sangat sulit. Seperti misalnya tidak ada ide bahan tulisan, tidak ada sarana untuk menulis bahkan sekedar pulpen dan kertas, bahkan sampai tidak ada minat. Dari blog ini kalian bisa lihat seberapa lama saya tidak menulis karena tidak ada ide.
Blog yang sedang saya bangun ini memang adalah blog yang bisa dibilang ‘no niche’ atau tidak ada tema khusus atau blog gado- gado. Karena saya belum bisa menentukan harus bahas apa di blog ini. Tapi setelah memikirkan cukup lama untuk menentukan niche, akhirnya saya memutuskan untuk menjadikan blog ini sebagai sarana latihan saya menulis. Prinsipnya: jangan mengharapkan viewers datang, jangan mengharapkan mendapatkan uang, jangan mengharapkan datangnya penghargaan. Hanya menulis, publikasi, dan share. 



Seperti yang sudah dikatakan di awal, kualitas adalah akhir dari kuantitas. Jika kita melihat sebuah brand yang memiliki produk yang sangat luar biasa menakjubkan, kita harusnya menyadari bahwa semua itu tidak datang dengan sendirinya. Seperti brand elektronik semisal LG. Mereka sudah sangat terkenal dengan produk- produk yang sangat inovatif dan sangat luar biasa cemerlang oleh pasar. Banyak orang mencari- cari produk mereka untuk melengkapi ruang keluarga dirumah. Tapi apakah mereka mencapai kesempurnaan itu hanya dalam beberapa waktu saja? Apakah mereka mendapatkan kepercayaan masyarakat hanya dengan menciptakan beberapa produk saja? Jawabannya tidak.
Disetiap perusahaan yang memproduksi produk pasti memiliki tim uji dan tim analisis. Mereka itulah yang menguji setiap produk yang mereka ciptakan sendiri serta membuat analisisnya. Tim analisis biasanya bekerja ketika produk yang diuji oleh tim uji mengalami kekurangan, kegagalan, atau perkembangannya. Mereka akan mencari tahu bagaimana sebuah kegagalan bisa terjadi dan kenapa itu bisa terjadi. Dan yang pasti, pekerjaan ini memakan waktu yang tidak sebentar. Mereka harus menciptakan produk, lalu di uji, lalu di analisa, membuat produk yang lebih baik, di uji lagi, di analisa lagi, membuat produk yang lebih baik lagi, begitu seterusnya sampai akhirnya mereka mencapai titik kesempurnaan yang mereka targetkan. Artinya, mereka membuat banyak produk sampai akhirnya mendapatkan kualitas yang terbaik.


 Dapatkan 6 pekerjaan ini dan kamu bisa bekerja dimana saja
Mau dapat yang lebih besar lagi? oke. Belajar bahasa asing. Kalau sudah bisa? Itu mukjizat kamu. Buat iklan jasa tutor kamu atau video Youtube kamu dengan banyak bahasa sehingga jangkauan iklan dan video kamu lebih luas lagi dan semakin banyak lagi yang... Baca selengkapnya



Jadi, jika saat ini adalah saat dimana kita mulai melakukan sesuatu, lakukanlah lebih sering. Ciptakanlah lebih banyak. Carilah banyak masalah. Karena percaya atau tidak, masalah adalah hal yang akan mencerdaskan kita. Kadang masalah adalah guru yang lebih baik dibanding guru disekolah. Namun walaupun seperti itu masih banyak dari kita yang masih takut bertemu masalah.
Masalah adalah hal yang alamiah yang bisa terjadi pada siapapun. Tidak peduli kamu siapa, dimana, bahkan pada saat apa, masalah bisa datang. Baik secara tiba- tiba ataupun saat kita bisa menduganya akan datang. Namun sebenarnya masalah itu bukanlah masalah yang sebenarnya. Seperti kata Jack Sparrow: ‘Masalah bukanlah masalah. Sikap kita dalam menyikapi masalah itulah masalahnya’.
Saat kita mengejar kuantitas, tentu kita akan melihat dan mendapatkan banyak permasalahan. Bahkan kadang melebihi apa yang sudah kita bayangkan sebelumnya. Namun dari masalah itulah kita akan melihat bahwa selalu ada hal yang harus diperbaiki jika kita ingin mencapai kesempurnaan. Dari masalah itulah kita akan mendapatkan pelajaran penting bahwa sebuah tujuan bukanlah hal yang utama. Yang utama adalah proses. Proses menentukan akhir. Sedangkan kegagalan adalah proses yang tidak pernah diselesaikan.

Rennata62

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Saran/ Kritik Kirimkan Ke

rennataheri9@gmail.com

Copyright © Rennata62 | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com