Mari melihat ulang segala hal, mari berfikir ulang, mari lakukan ulang. Karena segalanya akan sangat berbeda ketika kita mengulangnya.

Kenapa orang pintar sulit bahagia?



Kenapa orang pintar sulit bahagia?



Kebahagiaan adalah hal yang paling dicari didunia ini. Semua orang mencari kebahagiaan dengan cara mereka masing- masing. Ada yang menggunakan cara yang mahal namun ada juga yang menggunakan cara yang sangat sederhana. Namun apakah benar cara orang pintar menemukan kebahagiaan tidak semudah orang lainnya?

Kebahagiaan sangat terikat oleh waktu. Dia tidak selamanya dan bisa berakhir kapan saja. Itulah kenapa kebahagiaan menjadi sangat berharga dan semua orang berlomba- lomba mendapatkannya. Semakin sering semakin bagus. Kebahagiaan seperti narkoba yang selalu mencandu siapa saja untuk terus merasakan nikmat. Wajar saja, kebahagiaan adalah saat dimana kita semua merasa senang, tertawa, ceria, meledak- ledak, dan bahagia. Masalah apapun yang dihadapi akan segera terlupakan manakala kita merasa bahagia. Terlebih, banyak penelitian yang menyebutkan bahwa kebahagiaan adalah obat paling mujarab untuk hidup awet muda dan panjang umur. Lalu kenapa orang pintar sulit menemukan kebahagiaan?
Berikut adalah beberapa alasan kenapa orang pintar sulit mendapatkan kebahagiaan dibanding orang lain.

1.       Standart
Banyak orang tidak menyadari bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang memiliki standart. Dan masing- masing orang memiliki standart kebahagiaan masing- masing. Dia sama seperti makanan. Sebagian orang hanya mau makan makanan yang mewah dan dimasak oleh koki ternama namun sebagian lain merasa sangat bersyukur karena bisa makan hari ini. Walaupun hanya makan nasi yang ditaburi garam, mereka sangat bersyukur karenanya.
Standart biasanya dipengaruhi oleh lingkungan dan gaya hidup. Jika hidup di lingkungan yang sederhana sudah pasti standartnya akan sederhana pula. Namun jika hidup dilingkungan elite dan selalu mengikuti gaya hidup mewah, standart juga akan menjadi sangat tinggi. 


6 Pelajaran penting dari Steve Jobs

Seperti itulah yang dilakukan James Watt saat menciptakan bohlam lampu. Dia harus bekerja keras membuktikan bahwa listrik dapat berubah menjadi panas dan cahaya pada akhirnya. Dan langkah awal yang dia lakukan bukanlah hal yang mudah, dia harus keluar ditengah hujan badai untuk bermain layang- layang mencari petir! dan dia juga harus bekerja keras agar kita tidak usah melakukan hal yang sama dengan yang dia lakukan agar... Baca selengkapnya



Salah satu contoh yang bisa dilihat adalah dari pakaian. Bagi orang pintar yang memiliki standart hidup tinggi, pakaian mencerminkan segalanya. Terlebih jika pakaian itu branded atau dirancang oleh designer terkenal. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa kini banyak orang justeru menilai orang lain dari penampilannya saja. Semakin necis penampilannya akan semakin banyak pula orang akan memandangnya. Penghormatan dari orang lain, terlebih dari orang berpengaruh, sangat mempengaruhi karir kedepan kita. Itulah kenapa sulit bagi orang pintar untuk memakai pakaian yang ‘biasa- biasa saja’.
Hal ini berbeda dengan orang yang kurang pintar (selanjutnya baca: sederhana). Mereka lebih mementingkan essensi pakaian itu sendiri dibandingkan dengan brand atau siapa yang membuatnya. Itulah kenapa mereka tidak ambil pusing manakala mereka harus membeli pakaian dari penjual pakaian bekas. Mereka lebih mudah mendapatkan kebahagiaan dengan cara sederhana mereka dalam menjalani hidup. Berbeda dengan orang pintar yang terkadang harus merogoh kantong cukup dalam hanya untuk membeli sepotong pakaian. Sama juga halnya dengan tempat tinggal, gaya liburan, ataupun hal- hal lainnya. Standart yang tidak tinggi menjadikan kebahagiaan itu lebih mudah dicapai dan dinikmati siap saat.


2.       Analisa dan Pertimbangan
Orang pintar adalah orang yang cerdas. Mereka telah melalui berbagai macam pendidikan tinggi hingga akhirnya mereka mendapatkan gelar di akhir nama mereka. Dari pendidikan yang tinggi dan bermacam- macam ini sudah dipastikan mereka mendapatkan banyak ilmu pengetahuan yang tidak semua orang mengetahuinya. Dan dari sanalah kemudian mereka mampu menganalisa sesuatu sebelum akhinya mengambil langkah. Begitu juga untuk menjadi bahagia.
Salah satu sumber kebahagiaan adalah dari aktifitas atau kegiatan yang kita lakukan. Namun, setiap kegiatan pasti memiliki peluang- peluang resiko. Peluang inilah yang kemudian menjadi pertimbangan dari orang pintar. Seperti misalnya kebahagiaan yang didapat dari mandi hujan.
Mandi hujan adalah saat yang sangat menyenangkan. Namun tentu saja memiliki banyak resiko yang mengikutinya. Seperti misalnya resiko kesehatan. Berapa banyak orang sakit karena mandi hujan? Berapa banyak kerikil atau lubang yang tertutup genangan air dan menjadi tidak terlihat yang dapat membahayakan kita? siapa yang mencuci baju nanti? Jika ini artinya masuk musim hujan, bagaimana cara menjemur pakaian agar cepat kering? Bagaimana caranya mencuci baju? Berapa jarak ke rumah sakit? belum lagi jika itu adalah hujan pertama setelah musim panas berkepanjangan. Itulah yang menjadi pertimbangan bagi orang pintar untuk tidak mandi hujan. Berbeda dengan orang sederhana yang tidak pernah memiliki pengetahuan seperti itu. Mereka hanya tahu bahwa mandi hujan adalah saat yang menyenangkan dan harus dilakukan. Mereka bahagia karena tidak pernah mempertimbangkan sesuatu. Namun walaupun begitu, mereka bukan berarti orang bodoh yang tidak tahu apa- apa.
Ada perbedaan antara orang bodoh dengan orang sederhana. Orang bodoh adalah orang yang otaknya gelap. Mereka tidak tahu apa- apa itulah kenapa dikatakan gelap sehingga bisa melakukan apa saja karena mereka memang tidak tahu apa- apa. Berbeda dengan orang sederhana yang sebenarnya mereka memiliki cukup pengetahuan. Hanya saja terkadang mereka tidak menggunakan ilmu pengetahuan itu pada kondisi tertentu. Terlebih jika mengangkut masalah kebahagiaan. Mereka lebih memilih untuk berbahagia dibandingkan terus berpusing ria memikirkan kemungkinan- kemungkinan yang belum tentu akan terjadi.


Masalah itu dihadapi, bukan ditakuti
      Kenapa kisah Alice in Wonderland sangat terkenal? Karena Alice berada di Wonderland! Dia berada di tempat yang sangat menakjubkan dengan banyak keajaiban terjadi disana sini. Kelinci yang selalu melihat jam, telur yang berjalan, kucing yang menghilang, semuanya serba ajaib! Tapi bukan itu hal yang penting. Yang penting adalah: sebelum Alice berada di Wonderland, dia terlebih dahulu jatuh ketempat yang gelap, dingin, jauh, dan sendirian. Dan tidak ada yang mau... Baca selengkapnya


3.       Merasa tidak dihargai
Seperti dikatakan tadi, orang pintar adalah orang yang berpendidikan. Mereka mengenal dan mengetahui apapun. Bahkan gaya berbusana dan berbicara mereka sangat berbeda dibandingkan orang pada biasanya. Karena itulah mereka sangat menghargai ilmu yang mereka miliki dan terkadang tersinggung jika apa yang mereka miliki tidak ditanggapi orang lain. Seperti misalnya saat berbicara.
Karena mengetahui banyak hal, terkadang orang pintar selalu menggunakan perkataan ilmiah atau bahasa intelek saat berbicara. Mungkin karena kebiasaan atau bisa juga untuk menonjolkan kepintaran yang mereka miliki. Itu tidaklah menjadi sebuah masalah jika berbicara dengan orang yang mengerti. Tapi bagaimana jika berbicara dengan mereka yang tidak mengerti? Apapun yang dibicarakan, jika menggunakan bahasa intelek, pasti tidak akan mendapatkan perhatian dari orang yang tidak mengerti. Itulah saat dimana terkadang orang pintar merasa tidak dihormati dan tidak mendapatkan kebahagiaan.


Pada dasarnya kebahagiaan adalah sesuatu yang sangat diinginkan oleh setiap orang. Hanya saja setiap orang, seperti dikatakan diatas, memiliki standart masing- masing bagaimana bentuk kebahagiaan itu. Ada yang bahagia dengan hidupnya yang mewah, bahagia dengan hidupnya yang pas- pasan, bahkan ada juga yang harus memutar otak untuk mendapatkan kebahagiaan dari hidupnya yang serba sulit. Dan diantara itu semua, yang manakah kita?

Rennata62

ilustrasi gambar: Pixabay.com

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Saran/ Kritik Kirimkan Ke

rennataheri9@gmail.com

Copyright © Rennata62 | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com