Mari melihat ulang segala hal, mari berfikir ulang, mari lakukan ulang. Karena segalanya akan sangat berbeda ketika kita mengulangnya.

Apakah internet lebih menarik dari TV?



Apakah internet lebih menarik dari TV?

 

Saat internet menjadi hal yang pokok dimiliki oleh masyarakat, mungkin disaat itulah kemudian banyak hal terjadi. Mulai dari mudahnya informasi untuk dijamah, dekatnya teman yang berjarak ratusan kilometer, hingga mudahnya mendapatkan barang murah dibanding toko depan rumah. Dekatnya internet juga menjadikan kita semua dapat membedakan mana yang berkualias dan mana yang tidak. Seperti menentukan mana yang lebih baik: acara di TV atau Youtube.


Walaupun kini internet sangat mudah diakses, namun pada nyatanya bagi sebagian orang internet bukanlah hal yang pokok. Mereka masih menganggap bahwa pekerjaan atau aktifitas yang dilakukan secara manual atau tradisional adalah hal yang efektif untuk dilakukan. Termasuk dalam hal mencari hiburan. Mereka masih mengandalkan acara- acara tv sebagai salah satu sumber hiburan bagi mereka saat bersantai dirumah. Walaupun sebenarnya mereka tahu, bahkan selalu mengeluhkan, bahwa acara di TV semakin berkualitas buruk.


 Perang Media. Saat akunmu menjadi harimaumu


Salah satu sebab dari terjadinya perang media adalah politik. Terlebih jika media dikuasai oleh dua kekuatan politik yang saling bertentangan dan saling menjelekan satu sama lain. Tapi pada dasarnya, perang media juga biasa terjadi ketika kita memiliki rasa fanatik terhadap sesuatu. Terkadang fanatik menjadikan kita enggan menerima perbedaan karena merasa apa yang kita pilih adalah yang paling benar.
Lalu apakah perang media saat ini sudah terjadi? sebenarnya sudah sangat sering terjadi. Anggap saja seperti.... Baca selengkapnya


Katakanlah seperti misalnya acara sinetron yang tidak pernah kunjung selesai. Baik selesai episode ataupun jenisnya. Setiap hari selalu ada sinetron baru dengan pemeran baru serta alur cerita yang baru. Tapi walaupun seperti itu, tema dari acara itu selalu sama. Percintaan dan bullying. Saking mudahnya ditebak, setiap sinetron yang baru muncul kita selalu dengan mudah menebak ‘siapa jatuh cinta dengan siapa’ ataupun ‘siapa yang akan dibully selanjutnya’. Namun, membuminya budaya sinetron di Indonesia, seperti apapun jenisnya, mereka selalu memiliki penggemar setia.


Salah satu perbedaan acara tv dan internet, semisal Youtube, adalah pada kualitas sensor. Acara- acara tv memiliki peraturan yang ketat dari Lembaga Sensor sebelum akhirnya bisa disiarkan secara umum. Adegan kekerasan, adegan berdarah- darah, adegan percintaan seperti ciuman, ataupun adegan- adegan yang tidak mendidik lainnya akan secara langsung dipotong. Namun sayangnya, sensor itu hanya berlaku bagi film- film luar dan tetap tidak berlaku bagi sinetron. Berapa banyak sinetron yang memperlihatkan adegan kekerasan semisal bullying? Percintaan remaja? Perkelahian? Dendam? Dengki? Jawabannya: hampir disetiap sinetron ada dan tidak ada satupun yang disensor. Kenapa ini bisa terjadi?
Seperti misalnya saat film The Fast and The Furious ditayangkan di salah satu tv swasta. Setiap kali adegan perkelahian antar tokoh selalu saja disensor. Vin Diesel sudah mengangkat tangan untuk memukul lawannya lalu tiba- tiba di cut dan lawannya sudah jatuh tersungkur di aspal. Gara- gara sensor, adegan itu menjadi tidak wajar dan terlihat main- main. Bagaimana bisa dia jatuh tanpa Vin melakukan apa- apa? Tapi ketika yang tampil sinetron, alur cerita rebutan gadis pada pelajar SMA di perlihatkan dengan jelas. Kita bisa tahu apa yang dipikirkan oleh masing- masing tokoh terhadap tokoh yang lainnya, kita bisa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, dan ketika ada perkelahian, tanpa ada sensor, mereka saling pukul hingga salah satu berdarah- darah. Apa yang terjadi? Kenapa hal ini bisa terjadi?
Belum lagi acara Show yang selalu melibatkan artis- artis ibu kota. Baik acara kuis, acara talk show, acara prime time, komedi, ataupun acara masak- masak, yang selalu melibatkan artis. Jika menang kuis si artis akan dapat hadiah uang tunai berjuta- juta rupiah. Pertanyaannya, apa faedahnya? Si artis yang sudah termasuk orang kaya diikutkan acara yang justeru malah menambah kekayaannya. Lalu bagaimana dengan para penonton yang mayoritas bukan artis? Tidak ada perubahan. Yang kaya semakin kaya dan yang biasa semakin basa- biasa saja. Monoton dari tahun ke tahun.



2 Sumber Kebahagiaan

Sebenarnya wajar jika kita memiliki sebuah keinginan. Namun akan tidak wajar jika kita melakukan apapun hanya untuk mengejar keinginan itu. Tahu kenapa terkadang Tuhan tidak pernah mengabulkan permintaan kita? karena Dia tahu apa yang kita inginkan bukanlah apa yang kita butuhkan. Tuhan tahu bahwa jika keinginan kita di kabulkan sudah pasti keinginan kita akan bertambah banyak dikemudian waktu dan tidak akan pernah cukup sampai kapanpun. Berbeda dengan kebutuhan yang memang sudah merupakan hal pokok yang harus dipenuhi oleh.. Baca Selengkapnya


Apa yang terjadi di internet ternyata sangat berlainan dengan yang terjadi di TV. Di internet siapapun bisa menjadi ‘seseorang’. Siapapun bisa berkreasi dan bisa terkenal walaupun hanya sekejap mata karena melakukan hal yang konyol. Tidak ada batasan di internet. Termasuk saran, kritik, ataupun Cyber Bully. Salah satu yang membedakan internet dan tv adalah sensor. Tidak ada lembaga sensor di internet yang membatasi seseorang harus melakukan apa.  Itulah kenapa di internet kita bisa melakukan apa saja. Tidak ketatnya sensor yang ada di internet menjadikan kita bisa melihat apapun yang ingin dilihat. Perkembangan sains, perkembangan seni, video musik, biografi tokoh fenomenal, ataupun acara tv semalam. Itulah kenapa generasi internet lebih kaya akan pengetahuan di banding dengan generasi tv.
Namun walaupun seperti itu, walaupun tv monoton, tetap selalu ada hal positif yang bisa di ambil darinya. Seperti misalnya sudut pandang. TV tetap sarana informasi yang vital untuk menyampaikan sebuah persepsi. Terlebih jika di sebuah daerah hanya ada satu channel tv dan setiap rumah memiliki tv. Seseorang hanya perlu ‘tampil’ di tv untuk membentuk opini masyarakat akan sesuatu. Cara yang mudah dan murah. Pemegang kuasa hanya perlu menguasai media massa untuk membentuk kekuatan suara.
Berbeda dengan internet. Di Internet seseorang bisa dengan bebas bersuara saling menanggapi apa yang sedang terjadi. Baik lewat video, chat, blog, ataupun meme, masyarakat bisa mengemukakan suara sekeras yang mereka mau. Itulah kenapa ketika mencari sebuah informasi di internet, kita akan mendapatkan banyak sudut pandang. Luasnya sudut pandang kerap menjadikan seseorang lebih bijak dalam menangapi suatu situasi dan kondisi. Jadi, pilih tv atau Internet?

Rennata62

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Saran/ Kritik Kirimkan Ke

rennataheri9@gmail.com

Copyright © Rennata62 | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com