Mari melihat ulang segala hal, mari berfikir ulang, mari lakukan ulang. Karena segalanya akan sangat berbeda ketika kita mengulangnya.

Apakah belajar sama dengan latihan?



Apakah belajar sama dengan latihan?

 

Mungkin banyak dari kita merasa ragu untuk menjawab pertanyaan diatas. Karena bukankah kedua hal itu saling berkaitan? Kalau memang begitu, bukankah itu artinya mereka sama? Memang kedua hal itu adalah dua hal yang saling berkaitan. Tapi sayangnya, keduanya bukanlah satu hal yang sama. Lalu dimana perbedaannya?

Beberapa tahun yang lalu saya pernah diberitahukan oleh seseorang, mungkin dia guru saya karena saya lupa, bahwa belajar itu adalah proses tidak tahu menjadi tahu. Yang awalnya kita tidak mengenal sesuatu menjadi mengenal sesuatu. Yang awalnya otak kita gelap, dengan belajar, kita tahu bahwa otak kita hanya tidak mengenal apapun. Jika memang bisa dikatakan seperti itu, lalu bagaimana dengan latihan?
Latihan ternyata adalah satu hal yang berbeda dari belajar. Karena belajar adalah saat dimana otak ‘dimasuki’ teori- teori. Sedangkan latihan adalah saat dimana kita menguji kebenaran dari teori yang sudah kita pelajari tersebut. Dan ternyata, jika kita ingin menjadi sosok yang berhasil dalam sesuatu hal, latihan adalah hal yang lebih penting ketimbang belajar. Lho, kok gitu?


 1 Masalah yang tidak pernah kita sadari dalam hidup

Ada yang beranggapan bahwa dunia adalah tempat hidup sementara yang hanya digunakan untuk bermain- main dan tidak menjalani hidup seperti kita yang menganggap dunia adalah segalanya. Itulah kenapa kita selalu serius dalam melakukan sesuatu untuk mendapatkan hal yang kita inginkan. Bahkan tidak jarang ada yang melakukan segalanya hanya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya yang justeru menurut kita pribadi itu adalah hal yang sangat sepele. Termasuk menyakiti... Baca selengkapnya




Katakanlah seperti misalnya kita ingin menjadi pemain sepak bola. Kita sangat mengidolakan Zinadine Zidane atas prestasi yang dicapainya dalam karir sepak bolanya. Satu hal yang bisa kita lakukan jika kita ingin seperti dirinya adalah belajar cara bermain sepak bola. Bisa dari membaca buku, ebook, mendengarkan audio book, atau menonton video- video saat Zidane bermain sepak bola. Namun ternyata itu tidak cukup. Belajar seperti itu hanya menjadikan kita ‘mengenal’ bagaimana cara Zidane bermain sepak bola dan tidak menjadikan kita mahir bermain sepak bola seperti dirinya. Lalu bagaimana caranya menjadi mahir? Satu jawaban; latihan.
Latihan adalah hal yang sangat penting dilakukan jika kita ingin menjadi seperti yang kita inginkan. Karena dengan latihan, ternyata, menjadikan kita bisa mengenal lebih jauh apa yang hendak kita pelajari. Percuma kita membaca buku tentang sepak bola, membaca bagaimana caranya menggiring bola dari buku best seller, menonton video bagaimana Ronaldo menyelesaikan tendangan pinalti, tapi kita sendiri tidak pernah turun ke lapangan untuk mencoba itu semua. Tanpa latihan, semua yang kita pelajari dapat dengan mudah hilang dan terlupakan. 


Ada yang mengatakan bahwa ‘kita adalah apa yang sudah kita lakukan. Bukan apa yang ingin kita lakukan’. Jadi jika kita ingin menjadi ‘sesuatu’, yang harus kita lakukan adalah melakukan sesuatu. Itulah kenapa banyak pelajaran sekolah dasar yang kita lupakan. Karena ternyata pelajaran- pelajaran itu bukanlah sesuatu yang benar- benar kita butuhkan dalam kehidupan pasca lulus sekolah. Itu semua hanya teori. Kehidupan membutuhkan keterampilan. Ilmu pengetahuan memang penting namun keterampilan adalah hal yang diutamakan.


15 Penyebab kita tidak sukses




Pernah tahu bahwa adalah seorang pengusaha toko buah yang buta huruf? Mungkin ini sebuah joke atau lelucon karena saya mendapatkan cerita ini dari sebuah buku lelucon. Ceritanya seperti ini: ada seorang pria bernama Mahmud yang hendak mencari pekerjaan di kota. Sesampainya disana, Mahmud mendapatkan kabar bahwa ada lowongan pekerjaan sebagai penjaga toilet umum di pasar. Mahmud kemudian mencoba melamar pekerjaan itu namun setelah di test membaca dan menulis, dia gagal. Mahmud tidak bisa membaca dan menulis.
“Terus gimana mau ngebedain mana toilet laki- laki mana toilet perempuan kalau gak bisa baca?”, kata pengelola toilet umum yang meremehkan Mahmud teman kita ini.
Merasa terpukul, Mahmud kemudian memutuskan untuk pulang ke kampung halaman. Sesampainya di kampung, ternyata disana sedang musim buah. Berbagai macam buah ada dan Mahmud kemudian mendapatkan ide untuk menjadi penjual buah. Karena Mahmud terkenal sebagai sosok yang jujur oleh tetangga- tetangganya, mereka pun kemudian setuju jika buah- buah mereka dibawa oleh Mahmud kekota untuk dijual. Dan diluar dugaan, dagangan Mahmud laris. Mahmud untung besar.
Melihat peluang yang sangat besar dengan berdagang buah, Mahmud semakin rajin berdagang buah hingga akhirnya Mahmud menjadi pedagang yang sukses dan dalam waktu singkat menjadi pemasok buah ke pedagang- pedagang lainnya. Ketenaran Mahmud ini begitu cepat dan menjadikan dirinya sebagai sosok inspiratif hingga akhirnya ada perwakilan dari majalah bisnis ingin menulis tentangnya.
Alangkah terkejutnya jurnalis dari majalah bisnis saat mewawancarai Mahmud ketika dia mengatakan bahwa sampai saat ini dia belum bisa membaca dan menulis. ‘Ini benar- benar sosok inspiratif’, batin Jurnalis itu.
“Wah, gak bisa baca sama nulis aja udah bisa jadi pengusaha sukses. Gimana kalau bisa ya?”, maksud Jurnalis untuk bercanda ternyata dijawab dengan polos oleh Mahmud,
“Kalau bisa ya saya jadi pengjaga toilet umum, mas”

Walaupun maksud cerita itu adalah untuk sekedar menghibur tapi setidaknya ada pelajaran yang bisa kita ambil. Ilmu pengetahuan tidak selamanya membantu. Tapi latihanlah yang utama. Mahmud yang tidak bisa membaca dan menulis ternyata tidak benar- benar putus asa dalam berusaha. Justeru dia termotivasi untuk terus berlatih menjadi produktif dengan berdagang buah. Awalnya mungkin memang agak canggung, tapi pengalaman tetap adalah guru yang paling berharga untuk kita semua. Latihan menjadikan kita mengenal lebih jauh sesuatu hal. Latihan itulah yang kemudian menjadikan kita mengerti bahwa kehidupan ini selalu menuntut keterampilan.

Rennata62

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Saran/ Kritik Kirimkan Ke

rennataheri9@gmail.com

Copyright © Rennata62 | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com